Minggu, 18 Oktober 2015

LAPORAN PENDAHULUAN R-PROG (Tabel Distribusi Frekuensi)



1.      Apa yang kalian ketahui tentang Tabel Distribusi Frekuensi?
Jawab :
            Pengelompokan data dalam beberapa kolom sehingga ciri-ciri penting dalam data tersebut dapat segera terlihat.
2.      Berikan contoh Tabel Distribusi Frekuensi!
Jawab :
           
Nilai Interval
Frekuensi
51-55
56-60
61-65
66-70
71-75
76-80
7
6
9
4
2
2
Jumlah
30

3.      Bagaimana cara menampilkan datanya?
Jawab :
            >A= EDIT (DATA.FRAME () )
            >A

LAPORAN PENDAHULUAN R-PROG (Standar Deviasi)

1.      Apa yang kalian ketahui tentang Standar Deviasi?
Jawab :
            Standar Deviasi (Simpangan Baku) merupakan ukuran sebaran statistika yang paling lazim. Rata-rata jarak penyimpanan titik-titik data diukur dari nilai rata-rata tersebut. Standar Deviasi merupakan akarkuadrat dari varian.
2.      Apa yang kalian ketahui tentang Varians?
Jawab :
            Varians merupakan jumlah kuadrat dari selisih nilai data observasi dari nilai rata-ratanya. Kemudian  dibagi dengan jumlah observasinya.
3.      Gambarkan contoh diagram histogram!
Jawab :

Membuat Garis Diagonal, Vertikal dan Horizontal dengan Menggunakan Library Opengl di Dev-C++



Nama : Syifa Fauziah
Kelas    : 3KA26
NPM    : 18113761

Saya mendapat tugas untuk membuat garis dengan menggunakan library opengl, saya menggunakan software Dev-C++. Jika belum mempunyai software Dev-C++ dan GLUT dapat di buka link dibawah ini :
Jika sudah ada aplikasi Dev-C++, pertama langsung buka aplikasi tersebut, lalu buat projectnya dengan cara klik new --> project. Kemudian akan muncul tampilan seperti gambar dibawah ini :

kemudian pilih Console Application dan saya membuat nama file project1 --> OK. Lalu masukkan script coding seperti gambar dibawah ini :

jika sudah memasukkan script coding, lalu save dengan nama file syifatugas1. Kemudian di compile dengan menekan F9, seperti gambar dibawah ini :
setelah di compile dan tidak ada error, maka sudah bisa di run dengan menekan F10, hasil output seperti gambar dibawah :
1.      Garis Diagonal

2.      Garis Vertikal

3.      Garis Horizontal

4.      Menu Exit

Jumat, 09 Oktober 2015

EYD DAN TANDA BACA

A.     PENGERTIAN
EYD adalah kaidah atau tata cara penggunaan bahasa Indonesia untuk keteraturan dan keseragaman bentuk terutama dalam bahasa penulisan. Keteraturan Bentuk akan memberi ketepatan dan memperjelas makna dari bahasa itu sendiri dalam penggunaannya. Ejaan Yang Disempurnakan adalah ejaan yang berlaku sejak tahun 1972, ejaan ini menggantikan ejaan yang sebelumnya digunakan oleh Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi.

B.      PERBEDAAN EJAAN LAMA DAN EJAAN BARU
Perubahan yang terdapat pada Ejaan Baru atau Ejaan LBK (1967), antara lain:
·         "tj" menjadi "c" : tjutji → cuci
·         "dj" menjadi "j": djarak → jarak
·         "j" menjadi "y" : sajang → saying
·         "nj" menjadi "ny" : njamuk → nyamuk
·         "sj" menjadi "sy" : sjarat → syarat
·         "ch" menjadi "kh": achir → akhir
Beberapa kebijakan baru yang ditetapkan di dalam EYD, antara lain:
·         Huruf f, v, dan z yang merupakan unsur serapan dari bahasa asing diresmikan pemakaiannya.
·     Huruf q dan x yang lazim digunakan dalam bidang ilmu pengetahuan tetap digunakan, misalnya pada kata furqan, dan xenon.
·    Awalan "di-" dan kata depan "di" dibedakan penulisannya. Kata depan "di" pada contoh di rumah, di sawah, penulisannya dipisahkan dengan spasi, sementara "di-" pada dibeli atau dimakan ditulis serangkai dengan kata yang mengikutinya.
·         Kata ulang ditulis penuh dengan mengulang unsur-unsurnya. Angka dua tidak digunakan sebagai penanda perulangan
Secara umum, hal-hal yang diatur dalam EYD adalah:
1.      Penulisan huruf, termasuk huruf kapital dan huruf miring.
2.      Penulisan kata.
3.      Penulisan tanda baca.
4.      Penulisan singkatan dan akronim.
5.      Penulisan angka dan lambang bilangan.
6.      Penulisan unsur serapan.
Sebelumnya "oe" sudah menjadi "u" saat Ejaan Van Ophuijsen diganti dengan Ejaan Republik. Jadi sebelum EYD, "oe" sudah tidak digunakan.

C.      TANDA BACA
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.

Beberapa jenis tanda baca yang penting antara lain adalah:
1)      Titik (.) berfungsi untuk menandai akhir kalimat berita, atau untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka.
Contoh:
Abd. Razaq , SPd
Drs. H. Kholilurrahman
Prof. Ir. Arie Musthofa
1.  Ketuhanan yang maha esa (bait pertama dari pancasila)

2)      Koma (,) berfungsi untuk memisahkan anak kalimat atau hal-hal yang disebutkan dalam kalimat, juga untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka.
Contoh:
jika kamu bukan hewan, jin, tau setan, maka dengarkan apa yang gurumu katakan.

3)      Tanda ((..)) kurung berfungsi untuk menjelaskan suatu istilah yang belum banyak diketahui oleh banyak manusia yang baik juga ada yang jahat di dunia ini.
Contoh:
Kamu jangan egois (mementingkan diri sendiri).
Karena di persahabatan itu satu untuk semuanya.

4)      Tanda (`) kutip satu berfungsi untuk mengasosiasikan suatu istilah.
Contoh:
Apakah kamu sudah membaca puisi Arie Musthofa. Yang berjudul 'inikah yang dinamakan cinta'

5)      Tanda ("...") petik berfungsi untuk menandai kalimat langsung atau percakapan dalam naskah drama.
Contoh:
Arie: "hey,"
Ririn: "hey juga.Gimana kabarmu?"
Arie: "saya baik! Kamu?"
Ririn: "alhamdulillah, saya juga baik”
(Contoh tanda petik yang di pakai dalam dialog)

6)      Tanda (!) seru berfungsi untuk menegaskan, memberi peringatan bahwa kalimat yang bertanda seru tersebut perlu untuk diperhatikan.
Contoh:
Hey......., jangan lakukan itu!.
(Tanda seru yang di pakai untuk memberi peringatan bahwa sesuatu itu tidak boleh di lakukan)

7)      Tanda (?) tanya berfungsi untuk melengkapi kalimat tanya.
Contoh:
Hey friend, kamu mau kemana besok malam?

8)      Tanda (...-...) hubung berfungsi untuk menghubungkan penggalan kata, kata ulang, rentang suatu nilai.
Contoh:
Kita harus pergi bersama-sama. Biar acara kita semakin seru.

9)      Titik dua (:) berfungsi untuk mengawali penguraian suatu kalimat.
Contoh:
Saya adalah manusia; punya mata, telinga, hidung, kaki, tangan, dan rambut.

Sumber :